Senin, 29 Juni 2009

Analisa Teknikal

Analisis tehnical beranggapan bahwa analisa fundamental terlalu bervariasi dan pemakaiannya sulit diperhitungkan. Selain itu, informasi berita hanyalah penyebab dan bukan penentu arah pergerakan harga. Karena itu orang beranggapan bahwa cara analisis yang paling tepat adalah dengan mempelajari tingkah laku dari para pelaku pasar dan ini tercermin di dalam pola grafik harga.
Faktanya juga tidak ada perbedaan antara harga turun karena penawaran yang berlimpah atau karena tindakan sepihak dari industri keuangan yang menekan harga uang. Tidak ada pula perbedaan karena kondisi politik, pertimbangan ekonomi, atau likuidasi posisi beli investor untuk kebutuhan dana tunai.
Analisis technical mengamati pembentukan grafik harga dengan berbagai varian yang mungkin terjadi dibandingkan dengan perilaku harga sebelumnya. Sekalipun analis technical mempertimbangkan data-data statistik lainnya, namun perangkat utama analisis adalah pada grafik harga yang dianggap dapat memenuhi prediksi harga terkini dan kecenderungannya.

Tujuan pokok mengamati grafik adalah :
• Secepat mungkin menemukan kecenderungan harga
• Memperkirakan kemungkinan waktu dan jarak kecenderungan itu
• Memilih saat yang paling menguntungkan untuk masuk dan keluar pasar
Bagi analis technical, berlaku semboyan “harga tanpa pergerakan cenderung bertahan (diam tanpa gerakan), sedangkan harga yang bergejolak cenderung akan tetap bergejolak”. Mereka berburu kesempatan isyarat perubahan harga dari keadaan diam menjadi bergejolak atau saat kecenderungan harga berbalik arah atau gejolak harga berakhir tanpa gerakan.
Pelaku yang selalu siaga akan mengamati setiap pergerakan harga agar berpeluang meraih keuntungan sewaktu harga naik atau turun. Jika membuka posisi beli, ia bersiap-siap mecari saat yang tepat untuk mengubahnya menjadi posisi jual. Perubahan itu bisa terjadi dalam hitungan menit hingga jam, tapi bisa juga memakan waktu lebih lama, misalnya berminggu-minggu hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Namun, kewaspadaan harus tetap terpelihara karena perubahan arah kecenderungan harga pasti akan terjadi jika saatnya tiba.
Dalam perkembangan investasi modern, nampaknya keputusan investasi lebih banyak mengandalkan analisis technical dari pada analisis fundamental, terutama untuk keputusan investasi jangka pendek seperti forex. Menurut Meyers (1994:3) ini terjadi karena pergerakan harga sekuritas bukan lagi secara random, melainkan secara berulang dan membentuk pola tertentu yang dapat diidentifikasi.
Definisi. Meyers yang banyak menggunakan aplikasi komputer dalam melakukan analisis technical dan banyak di kutip oleh majalah bisnis terkemuka, seperti Wall Street Journal, Financial Time, Fortune dan lain sebagainya mendefinisikan analisis technical sebagai studi tentang sekuritas secara individual dan pasar sebagai keseluruhan berdasar supply dan demand. Yang menjadi data utama dalam analisis technical adalah harga dan volume perdagangan historis. Atas dasar data ini dicoba di plot dalam suatu chart, yang bisa dilihat trennya.

Prinsip.
Sebelum menggunakannya dalam praktik, ada baiknya memahami prinsip-prinsip yang mendasari analisis technical ini. Diantara pakar memang, tidak ada saling kesepakatan mengenai jumlah prinsip yang harus dipenuhi. Namun, paling tidak ada tiga prinsip yang bisa digunakan sebagai patokan dalam memahami analisis technical, yaitu:
1. Refleksi semua kejadian. Segala sesuatu yang terjadi yang bisa mempengaruhi—baik yang rasional maupun irasional—sudah di refleksikan dalam harga yang terbentuk. Jadi, mengapa suatu index saham menguat atau melemah atau berada pada angka tertentu adalah suatu fakta yang tidak bisa diperdebatkan. Yang menjadi patokan para analis technical adalah “nilai” sesungguhnya suatu index saham adalah ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran yang tercermin pada index saham. Para analis tidak mempedulikan apa yang jadi pada penyebab perubahan permintaan dan penawaran—misalnya akibat inflasi—melainkan hanya peduli apa yang terjadi pada harga. Jika permintaan meningkat dan penawaran menurun atau tetap, maka harga akan naik, dan akan terjadi kebalikannya jika kondisinya berbalik.

2. Tren. Harga bergerak dalam suatu tren, dan tren ini tidak mungkin di manipulasi. Jika tren memang bergerak kearah naik, tidaklah mungkin membuatnya turun, kecuali dalam suatu titik tertentu akah terjadi puncak untuk kemudian berbalik arah (reversal). Untuk mempermudah pemahaman mengenai prinsip kedua ini, gerakan harga bisa dianalogikan dengan gerakan mobil. Jika kita mengemudikan mobil, maka kita akan memulainya dengan kecepatan minimal. Setelah memasuki arah yang dituju maka kecepatan mobil akan maksimal. Kemudian, untuk berbalik arah tentu tidaklah mungkin langsung membalik. Karena itu kita akan memperlambat laju mobil, kemudian secara perlahan berbalik arah. Index sahampun juga demikian. Awalnya Akan bergerak ke satu arah (naik atau turun), kemudian membuat sebuah tren. Tren ini akan terus berusaha menuju arah yang dituju (dalam analogi mobil kita, ditunjukkan dengan makin cepatnya mobil bergerak), sampai harga bergerak melambat dan memberi sinyal bahwa harga akan berbalik, sebelum akhirnya harga bergerak menuju arah sebaliknya. Di sini akan dimulai tren baru, dan rangkaian peristiwa perjalanan tren akan berulang kembali.

3. Selalu berulang. Aksi pasar (market action) selalu berulang. Artinya, para analis technical percaya bahwa setiap investor akan mengulangi tindakan yang sama jika kondisi pasar yang terjadi juga sama. Keadaan ini biasanya dipetakan dalam suatu diagram yang populer dengan sebutan chart (sehingga para analis teknikal sering juga disebut sebagai chartist). Chart itu akan membentuk suatu pola yang selalu berulang. Pola inilah yang dimanfaatkan para chartist untuk memprediksi gerakan harga dimasa mendatang. Banyak sekali bentuk pola ini, misalnya head and shoulder, flag, sideway dan masih banyak lagi.

Prosedur.
Analisis technical dilakukan dengan menggunakan grafik yang menjelaskan pergerakan harga dan value data pada masa yang lampau untuk meramalkan pergerakan harga pada masa yang akan datang. Grafik yang digunakan secara umum adalah grafik garis (line chart), batang (bart chart) dan candlestick chart.
Periode atau waktu yang pas bagi analisis teknikal adalah jangka pendek sampai panjang. Namun demikian, seperti telah disebutkan dalam definisi analisis technical, analisis technical lebih tepat digunakan untuk investasi jangka pendek. Namun demikian, bukan berarti analisis technical tidak bisa digunakan untuk menganalisis investasi jangka panjang. Pendek kata analisis technical bisa digunakan untuk menganalisis investasi jangka pendek, seperti hitungan jam atau menit, jangka menengah (harian), dan jangka panjang (mingguan dan bulanan).

Metode.
Setelah kita mengetahui prosedur analisis technical, sekarang bagaimana caranya melakukan analisis? Ada banyak metode yang digunakan para chartist dalam melakukan analisis technical. Bahkan, kalau Anda mau, bisa membuat sendiri metode khusus untuk investasi Anda sendiri. Namun, pada prinsipnya adalah menemukan pola pergerakan dari index saham yang kita transaksikan. Meskipun analisis technical bisa dilakukan secara manual, namun akan sangat membantu jika kita bisa menggunakan software yang banyak dijual di pasar. Ada banyak software yang bisa dipakai, namun yang paling populer adalah metastock. Di dalam software metastock ini terdapat banyak sekali metode yang dibuat standar. Kita bisa menggunakan salah satu diantaranya, atau melakukan modifikasi. Berikut disajikan contoh metode yang sudah standar.

1. Trendline
Metode ini memetakan pola pergerakan index saham dengan melihat tren dari pergerakan tersebut. Dalam metode trendline ini, ada tiga pola pergerakan, yaitu up trend, downt trend dan sideway.
Up trend (bullish market).
Pola ini ditandai keadaan dimana tren index saham sedang bergerak naik. Jika pola ini yang sedang berlangsung, kita dapat melakukan open position dengan beli (buy), dan kemudian menutup posisi dengan jual (sell). Keuntungan kita adalah selisih antara harga pada saat kita menutup posisi beli (saat menjual) dengan harga pada saat kita melakukan open position beli.

Down trend (Bearish Market).
Pola ini membentuk tren mata uang sedang bergerak turun. Jika pola ini yang sedang terjadi, kita dapat membuka posisi dengan jual lebih dulu (short selling), dan kemudian menutup posisi tersebut dengan beli (buy). Keuntungan kita adalah selisih antara harga pada saat kita menutup posisi jual (dengan membeli) dengan harga pada saat kita membuka transaksi dengan posisi jual.

Sideway.
Pola ini menunjukkan keadaan dimana tren index saham bergerak turun dan naik antara support dan resistant dalam satu periode tertentu. Ini disebabkan adanya market yang libur terutama market Jepang. Bila pola ini sedang berlangsung, posisi yang tepat untuk diambil adalah wait and see.

2. Support
Metode ini mendasarkan pada suatu batas bawah, yaitu sekelompok harga-harga terendah yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Sekelompok harga ini kemudian membentuk suatu kekuatan harga yang disebut support level yang sulit untuk dilalui oleh pergerakan harga masa berikutnya. Jika support level ini tertembus, maka harga akan cenderung menurun lebih dalam. Tapi support level ini mempunyai tingkatan-tingkatan, mulai support 1, support 2, support 3 dan seterusnya. Jika salah satu tingkatan tertembus, investor bisa menggunakan tingkatan berikutnya sebagai dasar untuk memantau pola pergerakan harga. Pada kondisi ini, posisi yang dianjurkan adalah open sell. Sebaliknya, jika, harga tidak mampu menembus support tingkatan berikut, besar kemungkinan terjadi reversal, harga menguat. Pada kondisi ini, posisi yang dianjurkan adalah open buy.

3. Resistant
Pola ini adalah kebalikan dari support, yaitu sekelompok harga-harga tertinggi yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan membentuk suatu kekuatan harga yang disebut resistant level. Resistant level ini sulit untuk dilalui oleh pergerakan harga masa berikutnya. Seperti halnya support, resistant juga mempunyai tingkatan-tingkatan, dan kaidah yang berlaku juga sama, yaitu bila salah satu tingkatan tertembus, ada kemungkinan kecenderungan harga menaik terus berlangsung, mendekati tingkatan berikutnya. Bila pola ini yang terjadi, posisi yang dianjurkan adalah open buy. Sebaliknya, jika resistant level berikutnya tidak tertembus, ada kemungkinan terjadi reversal, harga berbalik arah, menurun. Jika pola ini yang terjadi, posisi yang dianjurkan adalah open sell.

4. Relative strength index (RSI)
Metode ini memberikan informasi seberapa besar tekanan jual atau tekanan beli terhadap posisi transaksi suatu index saham. Indikator RSI ini adalah antara 0% sampai 100%. Apabila RSI mendekati angka 20% atau sama dengan, atau lebih kecil, kondisi ini disebut oversold (terjadi tekanan jual). Posisi yang dianjurkan adalah open buy. Sebaliknya, apabila RSI mendekati 80%, atau sama dengan, atau lebih kecil, kondisi ini disebut overbought (terjadi tekanan beli). Posisi yang direkomendasikan adalah open sell.

5. Stochastic
Metode stochastic adalah mengukur seberapa dekat jarak harga suatu index saham—misalnya yang kita posisikan—terhadap rentang harga tertinggi dan terendah sekian periode yang lalu (misalnya, 10 hari lalu). Jarak ini dinyatakan dalam persen. Apabila stochastic mendekati 0-20%, atau sama dengan, atau lebih kecil, kondisi ini menjelaskan harga yang kita pasang mendekati harga terendah. Pada kondisi ini, posisi yang direkomendasikan adalah open buy, karena ada peluang harga akan mendekati harga tertinggi alias meningkat. Sebaliknya, apabila stochastic mendekati 80%, atau sama dengan, atau lebih kecil, kondisi ini menjelaskan harga yang kita kehendaki mendekati harga tertinggi. Pada kondisi ini posisi yang direkomendasikan adalah open sell. Apabila ditengah-tengah lihat data historis sebelumnya.

Kelebihan.
Dalam menganalisis, memang akan lebih baik jika seorang analis teknikal melengkapi dirinya dengan pengetahuan yang mencukupi mengenai analisis fundamental. Namun, situasi ideal ini tidak selalu bisa terpenuhi. Alasannya, berangkat dari anggapan para analis teknikal bahwa analisis fundamental hanya akan memberikan keuntungan jika investor mampu mendapat informasi terbaru lebih cepat dari investor lainnya dan mampu mengolah informasi itu secara cepat dan benar. Sayangnya, sebagian besar investor tidak memiliki akses informasi terbaru tersebut. Apalagi secara konsisten. Kalaupun mempunyai akses, belum tentu mampu mengolahnya secara cepat dan benar. Karena itu para analis technical mengklaim bahwa keunggulan analis technical adalah tidak terlalu tergantung pada laporan kondisi suatu negara, yang menjadi sumber dari analisis fundamental.

Analisa Fundamental

Analisis fundamental adalah analisis yang didasarkan pada situasi dan kondisi ekonomi, politik dan keamanan secara global dan juga tiap-tiap negara yang mengeluarkan Index Saham.

Prinsip.
Analisa fundamental membutuhkan kelihaian seni tersendiri untuk memperhitungkan penting tidaknya suatu informasi menjadi faktor yang akan berpengaruh terhadap fluktuasi nilai tukar suatu mata uang. Berikut adalah prinsip-prinsip analisis fundamental:
1. Reaksi berantai. Semakin besar dampak berantai suatu informasi, semakin besar pengaruhnya terhadap nilai index saham.
2. Jarak informasi. Semakin dekat informasi dengan suatu index saham, semakin besar pengaruh informasi tersebut. Misalnya, informasi yang berasal dari dalam negeri Indonesia akan lebih besar pengaruhnya terhadap nilai IHSG dibanding informasi dari luar negeri.
3. Sumber berita. Semakin resmi sumber berita, semakin kuat pengaruhnya terhadap nilai index saham.
4. Jenis berita. Berita ekonomi lebih kuat pengaruhnya terhadap index saham suatu negara dibanding berita lainnya, seperti politik, sosial atau budaya.
Prosedur. Segala informasi kadang-kadang juga hingga hal-hal yang tidak rasional harus dikumpulkan, guna dijadikan alat untuk memprediksi pergerakan index saham. Pada intinya, informasi tersebut akan mempengaruhi supply dan demand atas index saham suatu negara.

Metode.
Metode melakukan analisis fundamental adalah dengan terus-menerus meng-update informasi yang ada. Mengenai media informasi tersebut tergantung, ketersediaan yang ada di tempat kita. Namun untuk trading index saham, informasi ini akan selalu tersedia di menu news.

Memulai Investasi Di Stodex Online Trading

I. Persiapan Investasi
Bagaimana melakukan investasi di Stodex Online Trading. Bab ini disajikan agar kita bisa melakukan investasi dengan benar dan bila harus menghadapi risiko kerugian, itu bukan disebabkan oleh ketidakmengertian kita, melainkan kondisi external yang memang diluar kontrol kita.
Untuk memulai investasi di SOT investor sebaiknya melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Memilih Pialang :
Ada banyak perusahaan pialang berjangka yang "menjual" jasa kepialangannnya di Indonesia pada saat ini-terutama pialang berjangka konvensional-baik perusahaan pialang yang berskala besar maupun yang berskala kecil. Masing-masing perusahaan berlomba untuk memberikan layanan yang sebaik-baiknya kepada nasabah. Bahkan tidak sedikit perusahaan pialang yang menjanjikan keuntungan yang besar bagi nasabahnya, apabila nasabah itu menjadi investor dan melakukan investasi melalui jasa perusahaan pialang tersebut.

Lalu bagaimana caranya memilih pialang berjangka yang begitu banyak itu? Yang pertama dan utama tentu tergantung bagaimana kita menyingkapinya dengan baik. Namun ada prinsip yang baik untuk dipegang dalam memilih pialang berjangka, terutama untuk penilaian awal, yaitu makin murah fee yang ditawarkan perusahaan pialang biasanya pelayanan yang diberikan tidak lengkap, sebaliknya perusahaan pialang berjangka yang mengenakan fee mahal, biasanya memberikan pelayanan dan fasilitas yang lebih baik. Disamping prinsip dasar tersebut, ada beberapa kriteria lain yang harus dilihat untuk disikapi dalam menilai baik tidaknya sebuah perusahaan pialang berjangka diantaranya:

a. Legalitas : Ini adalah faktor utama untuk disikapi dalam memilih perusahaan pialang. Perusahaan pialang berjangka yang baik itu bukan dilihat dari besar dan mewahnya kantor peruasahaan itu. Tetapi dilihat dari perizinan atas keterlibatannya di dalam kegiatan pialang yang diterbitkan oleh Bappebti, dan sekaligus sebagai anggota BBJ serta KBI. Dengan legalitas ini dana nasabah dilindungi oleh lembaga tersebut. Sehingga, jika terjadi kesalahan yang merugikan investor, bisa mengadukan masalah tersebut kepada lembaga-lembaga yang terkait.
b. Domisili : Alamat perusahaan pialang jelas, dan terdaftar di Bappebti. Kalau bisa kita mendapatkan informasi, bahwa alamat perusahaan tersebut tidak sering berpindah-pindah.
c. Transparan : Perusahaan pialang yang baik adalah dapat dipercaya dan jujur dalam mengemban amanat investor, terutama menyangkut penempatan, pengelolaan dan penggunaan dana nasabah dalam suatu rekening terpisah (Segregated Account). Ini memang agak sulit di deteksi secara dini, kita memerlukan waktu dan pengalaman berhubungan dengan perusahaan pialang untuk mengetahui tingkat transparansi ini.
d. Komplain : Di perusahaan pialang berjangka yang besar biasanya dilengkapi divisi komplain. Divisi ini melayani semua permaslahan-permasalahan yang berkenaan dengan nasabah. Apabila terjadi kesalahan-kesalahan menyangkut pengelolaan dana kita dapat menanyakan langsung kepada divisi ini.

2. Memahami Agreement
Untuk menggunakan perusahaan pialang berjangka lazimnya dimulai dengan suatu kesepakatan atau perjanjian yang disebut juga dengan agreement. Dalam menyikapi kesepakatan itu kita harus membaca dan mengerti betul apa yang menjadi hak dan kewajiban kita sebagai nasabah. Risiko-risiko apa saja yang akan kita hadapi dikemudian hari? Apabila ada yang belum dipahami sebaiknya ditanyakan dulu kepada pihak yang berkompeten. Sehingga kita betul-betul mengerti, supaya tidak terjadi kesalahpahaman dikemudian hari. Apabila kita sudah menanda tangani agreement tersebut berarti kita dianggap telah memahami pasal demi pasal dari agreement tersebut.

3. Memastikan Segregated Account
Segregated Account adalah suatu rekening terpisah, yaitu tempat penyimpanan / penitipan dana nasabah oleh perusahaan pialang berjangka. Keberadaan dan perkembangan rekening ini selalu diaudit dan dimonitor oleh suatu lembaga kliring yang dikenal sebagai Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Selain sebagai lembaga pengawasan dan monitoring, KBI juga berfungsi sebagai lembaga penjamin dana nasabah. Artinya, dana kita akan dijamin jika, misalnya, perusahaan pialang berjangka tempat kita menyetor dana bangkrut.

4. Memastikan Injection & Withdrawal
Injection adalah penambahan dana yang dilakukan oleh nasabah akibat margin yang tersedia tidak mencukupi untuk melakukan transaksi. Sedang withdrawal adalah penarikan dana yang dilakukan oleh nasabah atas rekeningnya.

5. Meminta User ID & Password
User ID adalah identitas nasabah yang berfungsi untuk masuk ke platform transaksi. Biasanya User ID ini berbentuk nama nasabah yang diberi kode-kode tertentu. Password adalah semacam kunci rahasia atau PIN yang diberikan kepada nasabah. Fungsinya sama denga pin yang ada di kartu ATM yaitu untuk pembuka akses ke platform. Password ini sifatnya sangat rahasia yang terdiri dari beberapa digit angka atau huruf atau bisa kombinasi dari keduanya. Kedua fasilitas ini harus dimiliki investor Stodex Online Trading (SOT). Tanpa dua hal itu, investor tidak akan bisa melakukan investasi di SOT. Dan keduanya disediakan oleh perusahaan pialang berjangka. Yang perlu diperhatikan dalam hal dua fasilitas itu adalah kepastian bahwa password benar-benar hanya diketahui investor.

II. Memulai Investasi
Setelah melakukan persiapan dengan baik, dengan melakukan langkah-langkah di atas, kini tibalah saatnya melakukan investasi. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Membuka Trading Platform
• Cari pialang berjangka yang terpercaya.
• Download terlebih dahulu trading platform yang akan dipakai.
• Minta kepada pialang berjangka untuk diberikan account demo.

2. Open Position
Open Position Window menampilkan semua posisi open dan mengijinkan investor/trader untuk mengeset limit order dan stop order.

3. Memasang Limit Order (Target Profit )
Untuk membatasi diri, agar tujuan investasi kita tercapai sebaiknya kita selalu menentukan berapa keuntungan yang kita inginkan dalam investasi. Untuk menentukan tersebut, kita bisa menggunakan fisilitas limit order pada menu open position.

4. Memasang Stop Order (Target Cut Loss)
Sebaliknya, untuk mengendalikan kerugian, sebaiknya kita juga membatasi diri berapa kerugian yang pantas kita pikul dalam satu kali transaksi. Pembatasan ini bisa dilakukan dengan fasilitas stop order.

5. Liquidation Position
Likuidation sebenarnya mengakhiri transaksi, caranya dengan melakukan tindakan kebalikan dari tindakan semula. Jika semula kita membeli, maka jika melakukan likuidasi berarti menjual. Sebaliknya, jika posisi semula menjual, posisi likuidasi adalah membeli.


Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham
1. Liquidity
2. Corporate Earnings
3. Interest Rate Environment
a. Economic Performance
b. Inflationary Pressure
4. Funds Allocation (safe heaven)
5. Political and Goverment Intervention

Metode Perhitungan Stock Index Futures
Ada banyak cara perhitungan stock index futures, tetapi semuanya didasarkan pada metode “Weighted Average“. Mereka mengindikasikan arah general dari suatu pasar saham. Di masa lalu, mereka berlaku sebagai indikator dari sentimen pasar. Sekarang, seorang investor bisa memperdagangkan hampir semua dari index-index ini. Dua macam cara perhitungan Stock Index Futures yang umum digunakan , yaitu :

1. Price Weighted Index
Contoh : Nikkei 225, Dow Jones Industrial

2. Market Capitalization Weighted
Contoh : S&P 500, Nasdaq 100, Hang Seng, MSCI Taiwan.

Rumus :
Current Total Market Value of Constituent Stocks
------------------------------------------------------------------- X 100
Total Market Value of Constituent Stocks at Base Date

Apabila diasumsikan Base Date di nilai seharga $11,500 dengan Index 100

Metodologi Perhitungan :
Saham Jumlah Harga Pasar Nilai Pasar
A 5000 $ 8 $ 40,000
B 10,000 $ 11 $ 110,000
C 15,000 $ 13 $ 195,000
Total Nilai Pasar = $ 345,000
Asumsi nilai Base Date adalah $ 11,500
Index hari ini = $ 345,000 X 100 : $ 11,500 = 3,000

Contoh Suatu Stock Index Luar Negeri dan Perhitungannya
Hang Seng 43 – Benchmark Bagi Hongkong
Hang Seng Index, sebagai barometer terkemuka dari harga saham blue chip di Hongkong adalah salah satu index terkenal di Asia dan telah digunakan secara meluas oleh para manager keuangan sebagai performance benchmark mereka. Ke 43 perusahaan pilihan yang terdapat di Hangseng Index semuanya adalah perusahaan terkemuka di bidang industri dan saham mereka telah dimiliki oleh individu dan para investor institusi. Sejak diperkenalkannya Hang Seng Index pada tanggal 24 november 1969, perkembangan dari Hang Seng Index dengan saham-saham terpilihnya telah merefleksikan kepentingan dari berbagai sektor industri.
Meskipun perubahan yang cepat terjadi di pasar saham Hongkong, Hang Seng Index telah membuktikan sebagai alat yang efektif untuk menjajaki keseluruhan performance dari equity market di Hongkong.


Perhitungan Hang Seng Index (HSI)
Hang Seng Index yang dihitung dengan metode "market capitalization weighted index" terdiri dari 43 saham pilihan. Pengaruh setiap saham pada indexnya berpengaruh langsung pada nilai pasarnya. Saham pilihan dengan kapitalisasi pasar yang tinggi akan mempunyai kapitalisasi pasar rendah. Ke 43 saham pilihan ini dibentuk dari berbagai perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, industri dan perdagangan, properti dan utilities sub-indices. Stocks account ini diatas 70% dari seluruh kapitalisasi pasar dari semua saham yang terdapat di SEHK (Stock Exchange Hongkong).
Hang Seng Index disusun, dikeluarkan dan dikelola oleh HIS Service Limited, anak perusahaan Hang Seng Bank.
Rumusan perhitungan HSI
Nilai pasar keseluruhan saat ini dari saham yang termasuk
Nilai HSI = ------------------------------------------------------------------ x 100
Nilai pasar keseluruhan pada saat Base Date dari saham yang termasuk

Saham Jumlah Saham yang beredar Harga Pasar Nilai Pasar
A 10.000 X HK$ 8 HK$ 80.000
B 20.000 X HK$ 11 HK$ 220.000
C 30.000 X HK$ 13 HK$ 390.000
Nilai Pasar Keseluruhan HK$ 690.000


Berdasarkan saham A,B,C, (diasumsikan nilai pada saat base date adalah HK$ 11.500), HSI hari ini adalah:
HSI = HK$ 690.000 x100 : HK$ 11,500 = 6000

Contoh Perhitungan Untung / Rugi
Rumus :
Laba / Rugi = (Harga jual-Harga Beli) x Contract Size x Lot – (Komisi x Lot)

Contoh Perhitungan :
Pada tanggal 22 Juni 2009, Nasabah melakukan pembukaan kontrak transaksi Index Hang Seng Futures bulan Juni (HKJ50M9) dengan melakukan pembelian (Open Buy) 2 Lot kontrak (Open Buy Position) pada level harga 18000.
Pada hari itu juga Index Hang Seng Futures Maret (HKJ50M9) menguat hingga mencapai level 16200 (naik) dan nasabah memutuskan untuk menutup posisi transaksi (melikuidasi posisi) dengan melakukan transaksi penjualan (Close Sell Position). Hasil perhitungan transaksi tersebut diatas akan menghasilkan kalkulasi sebagai berikut :
Contract Size adalah HK adalah Rp.50.000 per lot.
Komisi per lot adalah Rp. 500.000.-
Perhitungan keuntungan kotor yang diperoleh adalah sebagai berikut:
= ( Harga Jual – Harga Beli ) x Contract Size x lot – (komisi x lot)
= ( 18200 – 18000 ) x ( 50.000 ) x ( 2 lot ) – ( 500.000 x 2 )
= Rp. 19,000,000.-